Itulah judul sesi pertama dari kegiatan Live Instagram (IG) dari 4 (empat) sesi Live IG yang dilaksanakan Jejaring AMPL Nasional bersama para mitranya sebagai rangkaian kegiatan Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia 2020.

Adapun narasumber sesi pertama yang dilaksanakan pada Sabtu (9/05/2020) kemarin ialah Saniya Niska, Gender & WASH in Schools Specialist, SNV dan Dwi Sasetyaningtyas, CEO Sustaination. Diskusi ini sendiri tayang lansgung pada dua akun IG yaitu @mkm.indonesia dan @sustaination.

Memulai diskusi, Saniya mengatakan, judul Ada Apa Dengan Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM) ini diangkat mengingat bahwa isu menstruasi di Indonesia masih sering dianggap tabu. Bahkan, di lingkungan pendidikan sekali pun. “Kondisi ini pun ternyata tak hanya terjadi di Indonesia namun juga masih menjadi PR dunia,” jelas Saniya.

Dengan alasan di atas, tidak heran bila akhirnya fasilitas MKM masih jauh dari yang diharapkan. Data riset UNICEF tahun 2015 menunjukkan 1 dari 6 anak perempuan di Indonesia mengaku tidak sekolah saat sedang menstruasi. Salah satu penyebabnya ialah fasilitasi sanitasi sekolah yang kurung mendukung seperti WC yang kotor atau jorok.

Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, terutama para penonton Live IG ini, dijelaskan juga beberapa jenis produk menstruasi yang umum digunakan serta sisi positif dan negatifnya. Beberapa contohnya adalah pembalut sekali pakai yang banyak terdapat di pasaran, kemudian reusable menstrual pad/pembalut pakai ulang dari kain yang berbentuk mirip dengan pembalut sekali pakai, namun bisa dicuci dan digunakan kembali. Jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai, pembalut pakai ulang dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan sampah.

Terakhir, produk yang relatif baru di Indonesia, yaitu menstrual cup/cawan menstruasi. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, 1 cawan bisa digunakan selama 10 tahun dan tidak menimbulkan sampah sama sekali. Selain itu, darah menstruasi juga bisa langsung dibuang ke dalam kloset sehingga lebih higienis. Menurut Tyas dari Sustaination, produk ini paling direkomendasikan karena praktis, nyaman, dan ramah lingkungan.

Bukan hanya membahas beberapa produk, kedua narasumber juga memberikan tips membersihkan dan merawat produk menstruasi. Untuk pembalut sekali pakai, bekas pembalut dibungkus rapi dengan kertas bekas/plastik sebelum dibuang ke tempat sampah tertutup. Pembalut pakai ulang perlu dicuci bersih, dijemur di bawah sinar matahari, dan disetrika supaya kering dan siap dipakai kembali. Sedangkan cawan menstruasi, perlu direbus sebelum dan sesudah menstruasi, dicuci dengan air setiap beberapa jam sekali, dan disimpan di wadah bersih dan tertutup.

Di akhir sesi, Saniya menjelaskan juga bahwa salah satu kendala penerapan MKM di lapangan ialah masih sulitnya akses terhadap air bersih. “Oleh karena itu, di beberapa wilayah yang sulit air, lebih dianjurkan untuk menggunakan pembalut sekali pakai untuk menjaga higienitas,” ujarnya. Pemilihan produk menstruasi pada akhirnya tergantung pada kenyamanan, akses air bersih dan sanitasi, serta keterjangkauan dari produk tersebut.

Sesi pertama ini berjalan lancar selama 1 jam dan disambut antusias oleh 737 penonton yang berasal dari berbagai profesi dan usia. Sesi Live IG kedua akan dilaksanakan pada 16 Mei 2020 mendatang yang akan mengangkat tema tentang “Mengelola self-care saat menstruasi di kala pandemi”. Jangan lupa saksikan ya di akun IG @mkm.indonesia!