Dari sekian banyak rangkaian kegiatan Menstrual Hygiene Day (MHD/Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia) tahun 2020 yang diselenggarakan Jejaring AMPL bersama Unicef, SNV, YPII, Simavi, GIZ, YPCII, dan juga Speak Indonesia, ada satu kegiatan menarik yaitu MKM Talks  yang dikemas dengan konsep video tunggal dengan narasumber dari pegiat isu Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi (MKM) di lapangan yang berasal dari berbagai daerah.

Ada lima (5) topik yang dibahas dalam video berbagi pengalaman ini yang pertama Edukasi MKM di Kampung Disabilitas yang disampaikan oleh teman-teman dari organisasi pemuda Kota Tasikmalaya, kedua Opera Edukasi Menstruasi (Okemen) dari Youth with Sanitation Concern (YSC) dan Universitas Lampung.

Topik ketiga yaitu MKM untuk Lingkungan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Ekonomi dari Kopernik, keempat MKM di Sekolah Pemulung dengan narasumber perwakilan siswa Jakarta Intercultural School (JIS) yang tergabung dalam Code Red, dan kelima MKM di Era Digital yang dibawakan oleh influencer Dhea Seto.

Harapanya semua pengalaman yang mereka bagikan dapat menambah semangat siapapun dalam melakukan edukasi maupun sosialiasi pentingnya MKM di lingkungan masing-masing.

Seperti diketahui, hingga kini isu MKM masih belum dianggap sebagai prioritas, bahkan masih banyak anggapan bahwa menstruasi itu merupakan hal tabu yang sangat canggung untuk dibicarakan. Akhirnya, meski sudah memasuki era digital mitos seputar menstruasi masih saja beredar dan diyakini oleh banyak masyarakat.

Dari video MKM Talks, Naili Rahma dan Tria Fadilla menceritakan, salah satu materi opera edukasi menstruasi (Okemen) yang mereka bawakan ialah membahas tentang mitos dan fakta menstruasi. “Tujuannya agar teman-teman para pelajar di Lampung mengetahui informasi yang benar dan tepat seputar menstruasi, sehingga mereka jadi lebih paham dan mengerti terhadap isu MKM ini,” jelas mereka.

Disisi lain, Wini dan Kinkin dari organisasi pemuda Kota Tasikmalaya menceritakan pengalaman menarik mereka dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para teman-teman penyandang disabilitas. Mereka mengaku menggunakan banyak metode belajar mulai dari bernyanyi, memanfaatkan alat peraga, hingga melakukan permainan edukasi agar materi yang dibawakan lebih mudah dipahami.

Lain cerita dari Tasikmalaya, Farheen dari JIS-Code Red menceritakan, tujuan mereka memberikan edukasi MKM di sekolah anak-anak pemulung yang lebih dikenal dengan sebutan “Sekolah Kami” karena hak atas MKM untuk semua, termasuk mereka para anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Dalam kegiatan ini kami melakukan edukasi kepada anak-anak tersebut, serta melakukan advokasi yang bekerjasama dengan Unicef dan perusahan pembalut untuk membantu menyediakan sarana kebutuhan MKM, sehingga teman-teman di “Sekolah Kami” bisa mendapatkan akses yang sama,” katanya.

Sementara itu, Riesha, Associate Manager, Tim Solution Lab, Kopernik dalam videonya menceritakan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya terkait isu MKM ialah dengan menjalankan proyek pembuatan pembalut cuci ulang ‘Perfect Fit” yang bekerjasama dengan Simavi.

Menurut, Riesha pada lokasi pertama proyek Perfect Fit di Kabupaten Manggarai respon yang didapat sangat positif yaitu 81% pengguna menyatakan sangat puas dan para penjahit Perfect Fit pun merasakan manfaat ekonomi dengan adanya kenaikan pendapatan per bulan hingga 6 kali lipat.  

Bukan hanya ekonomis, keberadaan inovasi pembalut cuci pakai juga sudah terbukti memberikan dampak positif pada lingkungan dengan mengurangi sampah pembalut.

Video MKM Talks terakhir yaitu dari Dhea Seto yang mengulas aplikasi Oky. Di era digital seperti sekarang Oky hadir untuk membantu memantau dan mempediksi siklus menstruasi.  Selain memberikan informasi akurat terkait siklus menstruasi, Oky juga dilengkapi dengan fitur-fitur menarik, seperti jurnal harian sebagai tempat mencatat seputar menstruasi yang dialami, ensiklopedi yang berisi tentang beragam pengetahuan termasuk mitos dan fakta menstruasi, dan fitur kuis untuk menguji pengetahuan seputar MKM.

Menariknya aplikasi Oky dirancang untuk pengguna mulai dari umur 10 tahun, sehingga bisa menjangkau mereka yang baru pertama mengalami menstruasi. Aplikasi ini juga bisa digunakan tanpa kuota, jadi tidak perlu khawatir. Nah bagi yang tertarik langsung saja bisa unduh Oky di bit.ly/unduhoky atau di google play “Oky Indonesia”.

Bagi kalian yang belum sempat menonton kelima video MKM Talks ini langsung saja bisa mengunjungi dua channel media sosial yaitu Instagram (IGTV-@mkm.indonesia) dan youtube Pokja PPAS Nasional (pokja ppas). Bukan hanya sekadar berbagi pengalaman, dalam MKM Talks ini para narasumber juga membagikan cerita dan pembelajaran menarik meraka masing-masing dalam menyebarluaskan pentingnya isu MKM kepada pihak-pihak terkait. Nah tunggu apalagi, segera ditonton ya!