JAKARTA – Plan International Indonesia berkolaborasi dengan Konsorsium YSW (YPCII, SPEAK Indonesia dan WIN Development), serta  Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) telah menerapkan uji coba STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di daerah urban /perkotaan melalui  proyek BERSIH (Bersama Perbaiki Sanitasi dan Higiene Kota) di DKI Jakarta yang dilaksanakan sejak Oktober 2016  sampai Juli 2017 di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Kota Administrasi Jakarta Barat. Wilayah ini dipilih karena Plan sudah memiliki proyek tanggap bencana dan safe school di daerah tersebut. Kelurahan Duri Utara dihuni sekitar 24.104 jiwa, rata-rata penduduk sudah melakukan buang air besar (BAB) di jamban tertutup. Namun, sebagian besar buangannya langsung dialirkan ke saluran got, bukan diolah secara aman di tangki septik.

Untuk mengatasi persoalan pembuangan tinja di Duri Utara, masyarakat juga berkontribusi dalam pengadaan tangki septik dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Saat ini Plan International Indonesia telah membangun beberapa teknologi tangki septik di RW 02 Kelurahan Duri Utara, yaitu: 2 unit IPAL komunal, 4 unit tangki septik silinder, 1 unit tangki septik tripikon, dan 1 unit tangki septik pinastik. Menurut Denny, Lurah Duri Utara, dari keempat teknologi tersebut yang paling sesuai dengan situasi warga adalah tangki septik silinder. “Ini opsi berbeda dan revolusioner. Harganya bisa lebih murah (dari Tripikon dan Pinastik) dan manfaatnya bisa sampai 5 tahun,” ujar Denny. IPAL Komunal dan pilihan teknologi tangki septik menurut beberapa warga RW 2 memiliki manfaat yang cukup besar karena tidak ada lagi tinja yang menimbulkan bau di aliran badan air.

Keberhasilan proyek BERSIH mendapatkan dukungan dari Pemprov DKI, hal ini ditunjukkan dengan adanya kunjungan dari Deputi Gubernur Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Oswar Muadzin Mungkasa pada 26 Mei 2017. Oswar datang untuk meninjau bangunan IPAL Komunal dan tangki septik yang telah terbangun di RW 2 Kelurahan Duri Utara. “Langkah tangki septik komunal ini adalah cara kita selesaikan masalah kita terkait buang air besar sembarangan,’’ ujar Oswar.

Hasil pembelajaran proyek BERSIH akan disebarluaskan dalam bentuk Lokakarya Nasional BERSIH Project yang akan di laksanakan pada 12 Juli 2017 di Balai Kota DKI Jakarta. Pembelajaran yang berharga dari proyek BERSIH ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan program pembangunan sanitasi yang berkelanjutan di DKI Jakarta.