Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 menunjukkan, saat ini cakupan akses sanitasi layak baru mencapai 74,58%. Selain itu, sebanyak 9,36% atau setara dengan 25 Juta rumah tangga diketahui  masih melakukan praktek Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal ini tentu perlu diperhatikan, karena berdasarkan amanat RPJMN, pada 2019 seharusnya semua penduduk Indonesia sudah mendapatkan akses sanitasi layak.

Berangkat dari itu, dalam sambutannya pada pembukaan CSS XIX, Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengimbau dan mengajak semua pihak, terutama para kepala daerah untuk meningkatkan kondisi sanitasi di daerah mereka masing-masing yang diikuti pula dengan peningkatan kondisi air dan perbaikan kumuh.

 “Meski saat ini capaian terus mengalami peningkatan, namun hasilnya belum menunjukkan capaian optimal. Hal ini menunjukkan butuh upaya lebih dari semua pihak,” ujar Bambang di Hotel Rattan In, Kota Banjarmasin (24/09/2019).

Menurutnya, sudah banyak dampak akibat sanitasi buruk, mulai dari kerugian ekonomi, penurunan angka kesehatan dan penyebaran penyakit, termasuk berkontribusi pada stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, dituliskan provinsi yang tidak memiliki akses jamban sehat berhubungan kuat pada stunting dengan kolerasi 0,66.

Dalam peningkatan kondisi air dan sanitasi, pembangunan sarana harus diteruskan dengan pengelolaan dan perubahan perilaku, sehingga sarana yang tersedia bisa terus dijaga keberlanjutannya.

Diharapkan kedepannya semakin banyak daerah yang melakukan peningkatan pembangunan air minum dan sanitasi, karena kedua sektor ini terbukti dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Manusia itu harus sehat agar bisa belajar dan bekerja dengan baik. Nah ternyata salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi air dan sanitasi, jadi pembangunan kedua sektor ini memang harus dilakukan,” tambahnya.

Di acara yang sama, Tri Dewi Vigyanti, Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, Bappenas mengatakan bahwa dirinya cukup optimis bahwa target capaian sanitasi di Indonesia akan bisa dicapai dengan baik. “Apalagi melihat dukungan daerah seperti ini,” ucapnya.

Meski begitu peningkatan yang ada masih harus digenjot, mengingat pada tahun 2030 mendatang pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai target SDGs tujuan 6 yaitu untuk menyediakan akses air minum dan sanitasi aman bagi semua dan berkelanjutan. CSS XIX kali ini dihadiri oleh 109 kepala daerah, 239 delegasi kabupaten/kota, 56 sekretaris daerah dan staff ahli, dengan jumlah total peserta konferensi mencapai 697 orang.

CSS 2019 ini pun diisi dengan serangkaian acara mulai dari arahan menteri, berbagi pengalaman bupati/walikota, pemberian penghargaan kepada kab/kota dengan kualitas sanitasi terbaik, hingga presentasi poster.