Seiring perkembangan teknologi di era 4.0, saat ini UNICEF  telah berhasil mengembangkan aplikasi OKY yang diluncurkan guna membantu para remaja, terutama remaja perempuan untuk mengetahui berbagai informasi terkait Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi (MKM).

Sebagai upaya edukasi dan menyebarluasan informasi positif, dalam rangkaian MHD 2020 Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menjadikan OKY sebagai salah satu topik dari kegiatan live Instragram (IG) seri ketiga.

Dipandu oleh Vania Santoso, perwakilan dari UNICEF dengan narasumber dokter sekaligus influencer Clarin Hayes live IG yang ditampilkan di channel @mkm.indonesia dan @clahayes yang berlangsung selama 1 jam itu berhasil menarik minat banyak penonton hingga mencapai 365 viewer.

Bahkan tingginya antusias penonton membuat bincang asik dan seru itu dipenuhi banyak pertanyaan, baik tentang aplikasi OKY atau terkait isu-isu MKM lainnya.

Memulai obrolan, Clarin begitulah sapaan dokter muda ini menjelaskan awal mula ketertarikan dirinya membuat berbagai konten video tentang edukasi menstruasi.

“Alasannya karena banyak yang merasa kebingungan terkait isu menstruasi, seperti mengapa  menstruasi tidak teratur, bagaimana siklus yang benar, dan banyak lagi pertanyaan lainnya. Nah hal itulah yang membuat saya akhirnya tertarik untuk membuat konten-konten seputar isu ini,” jelasnya.

Menurut Clarin, sepanjang perjalanannya membuat konten seputar MKM hal yang masih banyak dibingungkan dan ditanyakan ialah bagaimana cara mengetahui siklus menstruasi. “Nah, keberadaan OKY sebagai aplikasi yang memiliki fitur mencatat tanggal dan siklus ini bisa menjadi angin segar untuk teman-teman remaja Indonesia, karena bisa memudahkan mereka mencatat tanggal dan mengetahui siklus,” jelasnya.

Membahas tentang OKY, Vania yang merupakan Komunikas Unicef pun menjelaskan,  bukan hanya bisa mencatat tanggal dan siklus menstruasi saja, aplikasi OKY juga menyediakan beragam informasi lain seputar pubertas dan menstruasi. Untuk  menambah pengetahuan para penggunanya, OKY juga dilengkapi dengan fitur quiz dan ensiklopedia. Bahkan, dimasa pandemi seperti sekarang, OKY juga dilengkapi dengan informasi terkait Covid-19.

“Tampilan aplikasinya juga dibuat semenarik mungkin, agar teman-teman remaja tidak merasa bosan. Untuk mendownload OKY teman-teman bisa klik link di onelink.to/okyindonesia Bukan hanya mudah di download  di banyak tipe handphone (HP). OKY juga memiliki keunggulan lain yaitu jika sudah di download maka tidak akan memakan kuota, sehingga penggunaannya tidak akan memberatkan teman-teman karena menghabiskan kuota,”  papar Vania.

Mendengar penjelasan tersebut, Clarin pun merasa antusias dengan keberadaan OKY. “Aplikasi ini tentunya bisa membantu teman-teman sekalian untuk menjawab pertanyaan seputar menstruasi. Bahkan, bisa menjawab banyak mitos menstruasi yang beredar di masyarakat kita,” timpal Clarin.

Terkait mitos menstruasi, Clarin memiliki kepedulian dengan isu tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran salah satu konten dalam videonya membahas mitos menstuasi. Contoh mitos yang pernah dia bahas ialah larangan keramas atau minum air dingin pada saat menstruasi.

Kata Clarin, dalam ilmu kedokteran keramas atau cuci rambut saat menstruasi itu diperbolehkan, begitu pula dengan minum air dingin. “Mitos diluar menyebutkan bahwa minum air dingin membuat darah beku. Padahal hal ini tidak berkaitan, karena air dingin akan masuk ke saluran pencernaan dan darah menstruasi itu keluar dari alat reproduksi. Kedua saluran ini berbeda dan rahim itu tidak menyambung ke usus,” jelasnya.

Penyebab darah menstruasi menggumpal menurutnya, dipengaruhi oleh trombosit, nutrisi, dan juga aktivitas fisik dari masing-masing orang. Namun bila ditanya apakah minum air dingin bisa menambah nyeri perut? Clarin menjawab itu mungkin saja terjadi, meski begitu kondisi metabolisme setiap orang beda, jadi setiap orang pastinya tidak akan sama.

“Hal terpenting ialah kita harus mengetahui dan paham akan kondisi tubuh kita, jangan paksakan melakukan hal yang tidak membuat kita nyaman, atau menyamakan diri kita dengan orang lain. Jadi misalnya saat menstruasi kita tidak yakin dan nyaman untuk minum air dingin, ya jangan dilakukan. Intinya kembali lagi ke kondisi tubuh masing-masing,” tambah Clarin.

Disamping itu, untuk menjawab banyak pertanyaan mengenai siklus yang tepat, Clarin menjelaskan bahwa siklus menstruasi setiap orang itu pasti berbeda-beda dengan batas normal antara 25-31 hari. “Nah kondisi ini juga biasanya dipengaruhi oleh usia masing-masing orang, atau juga karena adanya suatu penyakit. Untuk memastikan hal itu, terutama jika kalian merasa sudah tidak nyaman, bahkan ada rasa nyeri yang mengganggu silahkan untuk datang dan konsultasi ke dokter,” katanya.

Lebih lanjut Clarin menjelaskan, pada saat menstruasi ada penelitian yang mengatakan bahwa hormon akan fluktuatif. Ada kondisi dimana imun kita menjadi lebih lemas dibandingkan hari biasa, sehingga memantau nutrisi sebelum maupun saat menstruasi sangatlah penting. Hal ini juga untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak lemas, dan mood swing, Clarin juga mengajurkan olahraga dan menjalankan pola tidur yang baik.

Menurut Clarin, informasi seputar menstruasi juga perlu diketahui laki-laki, karena walaupun mereka tidak mengalami menstruasi, namun mereka bisa memberikan informasi tepat kepada pasangan, anak, atau mungkin ke adik perempuan mereka. Informasi itu juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap perempuan.

Diakhir diskusi Clarin pun mengimbau agar mulai saat ini, makin banyak perempuan yang peduli juga akan tubuh mereka masing-masing, termasuk menjaga kebersihan orang kewanitaan. “Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan jangan ragu bertanya kepada sumber yang tepat dan terpercaya seperti dokte,  bila merasa ada hal yang tidak nyaman terjadi,” pungkasnya.