Pencapaian target 100% akses universal di akhir 2019 sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019 masih terasa jauh. Untuk mempercepatnya, Kementerian Kesehatan mengusulkan agar isu kesehatan lingkungan (Kesling) diangkat oleh kedua calon presiden RI. Selain itu, semua pihak termasuk perguruan tinggi perlu juga dilibatkan mendorong upaya Kesling.

“Isu kesehatan lingkungan diusulkan untuk diangkat oleh dua calon presiden untuk dijadikan bagian dari komitmen mereka.  Kesling dapat menjadi bagian komitmen program kedua capres didalam RPJMN yang akan dicapai dalam lima tahun,” ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Dr. Kirana Pritasari, MQIH, dalam Workshop Kesehatan Lingkungan 2018, di Jakarta (28/11)

Penanganan isu kesling  secara komprehensf akan mendukung pembangunan berkelanjutan pada sektor kesehatan, yang sekaligus berimplikasi  signifikan pada pembangunan sektor lingkungan dan infrastruktur.

Selain itu Dr Kirana menekankan peranan institusi pendidikan dalam pembangunan kesehatan lingkungan mengingat potensi yang besar dari perguruan tinggi ditingkat propinsi hingga kabupaten/ kota. Dalam kapasitas dan kepakarannya, universitas dan lembaga pendidikan tinggi dapat berkontribusi secara optimal termasuk dalam advokasi melalui riset, evaluasi dan temuan lainnya.

“Perguruan tinggi bisa berperan dalam memformulasikan kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan melakukan kajian penelitian dan memasukan dalam kurikukum sesuai dengan tri darma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Tahun politik 2019 yang akan menetapkan kepemimpinan baru di tingkat nasional dan daerah merupakan peluang dalam akselerasi pencapaian target 100% akses universal. Pemimpin baru di tingkat kabupaten, kota, propinsi dan utamanya presiden akan membuat rencana-rencana kerja baru yang mendukung pencapaian akses universal.

“Ada 170 bupati / walikota akan berganti. Selain itu, akan ada kabinet kerja baru. Akan ada RPJMN dan RPJMD baru. Kalau rencana pembangunan nasional dan daerah tidak ikut mewarnai isu kesehatan lingkungan, maka Kesling akan sulit diwujudkan,” tegas Dr. Kirana.

Kemenkes sedang mempersiapkan strategi kesehatan lingkungan untuk periode tahun depan dan mengundang para akademisi dan pejabat struktural program Kesling dari 34 provinsi serta praktisi dari NGO Nasional hingga Internasional. Implementasi yang partisipatif dari multi-sektor bakal memperkuat pentingnya isu kesehatan lingkungan.

Pemerintah pusat dan daerah bersinergi mengupayakan standar pelayanan minimum di kota/kabupaten . Salah satunya bidang kesehatan, PU & pemukiman dapat menjalankannya maka akses masyarakat terhadap air dan sanitasi akan menjadi baik. ***