Ditengah kondisi seperti ini, tantangan untuk memenuhi akses semua orang terkait Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM) dinilai semakin berat, terutama dengan adanya dua kebijakan diatas yang sama-sama membatasi pergerakan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menjaga kesehatan dan kebersihan menstruasi menjadi tidak maksimal karena ada rasa takut dan khawatir ketika berpergian untuk membeli pembalut, atau mengakses sarana air bersih dan sanitasi yang bagi mereka yang belum memiliki akses di dalam rumah, dan sebagainya. Padahal, menstruasi tidak berhenti pada saat pandemi. Berangkat dari itu pada peringatan MHD 2020 tema yang diusung adalah “Menstruasi Saat Pandemi” tema ini juga mengikuti tema MHD global.

Sejak tahun 2017, Jejaring AMPL telah memperingati Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia setiap tanggal 28 Mei dengan melibatkan lintas K/L dan mitra pembangunan. Di tahun 2020 ini pun, Jejaring AMPL kembali mengadakan Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia yang akan diisi dengan beragam rangkaian kegiatan menarik yang dilaksanakan secara virtual. Upaya ini dilakukan juga sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Indonesia ditengah pandemi Covid-19 yang menghimbau masyarakat beraktivitas di rumah saja.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan menulis dan promosi lewat media sosial, MKMTalk dengan konsep TedTalks, Instagram Live, Webinar, kampanye media sosial, dan juga lomba menulis, foto dan video.

“Semua kegiatan ini kami lakukan bukan hanya sekadar untuk memperingati Hari Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi Dunia saja, namun juga untuk meningkatkan pemahaman, dukungan, serta komitmen semua pihak agar mau peduli dan akhirnya terlibat aktif untuk sama-sama bergerak di isu MKM,” kata Wahanudi, Ketua Jejaring AMPL Nasional, sekaligus Kasubdit Sanitasi, Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, Bappenas.