“Panduan Sanisek akan menjadi tambahan panduan baru yang akan digunakan Kemendikbud untuk dijadikan acuan  untuk mempercepat pengembangan sanitasi terutama di sekolah” ungkap Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Dr. Khamim, M.Pd. (16/10) dalam acara finalisasi penyusunan Panduan Sanisek di Tangerang.

Peserta didik dan komunitas sekolah perlu akses sanitasi yang layak. Suasana sekolah yang bersih dan sehat membuat peserta didik nyaman bersekolah dan akhirnya prestasipun gemilang.

Pada bulan November 2018, Direktorat Pembinaan Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera meluncurkan sebuah pedoman berjudul Panduan Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar. Dengan adanya panduan ini, kepala sekolah dasar akan semakin mudah dalam mengambil keputusan tentang pengembangan akses sanitasi yang layak di sekolah mereka.

Panduan telah mulai disusun sejak bulan Mei 2018 oleh tim terpadu Kemendikbud, Kemenkes, Unicef dan kelompok pemerhati sanitasi serta SPEAK Indonesia. Ada 4 topik penting yang dicakup, yaitu sarana dan prasarana sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, manajemen sanitasi sekolah dan beberapa kisah sukses penerapan program sanitasi sekolah. Disajikan pula beberapa petunjuk praktis pembuatan sarana-sarana yang menunjang sanitasi sekolah.

Panduan ini telah di-review dan diuji-baca oleh puluhan kepala sekolah dasar di 4 propinsi termasuk wilayah timur Indonesia dan para pemerhati sanitasi sekolah dalam beberapa focused group discussions (FGD). Besar harapan, panduan ini membantu semua sekolah dasar negeri mencapai akses sanitasi yang layak dalam waktu dekat.

“Saat ini Kemendikbud sedang mengembangkan berbagai panduan sanitasi di sekolah, di UKS, kantin sehat tentang apa saja standar minimumnya, dan sebagainya,” lanjut Pak Direktur. Diharapkan produk panduan yang dikembangkan Kemendikbud dapat menjadi acuan bagi semua sekolah dasar negeri untuk pengembangan sanitasi sekolah.