Sama seperti tahun sebelumnya, meski di tengah Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 ini. Jejaring AMPL bersama dengan mitranya Unicef, SNV, Simavi, Yayasan Plan Internasional Indonesia, GIZ, YPCII dan Speak Indonesia kembali memperingati Hari Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi Dunia (Menstrual Hygiene Day/MHD) setiap tanggal 28 Mei.

Berkaitan dengan anjuran pemerintah untuk physical distancing atau menjaga jarak fisik maka kegiatan MHD yang biasanya diadakan secara offline dialihkan menjadi kegiatan online yang terdiri dari beragam kegiatan menarik.

Mulai dari pelatihan online untuk  teknik penulisan serta pengambilan foto dan video, MKM Talks yang dikemas dengan konsep TedTalks, Live Instagram, Webinar, dan juga perlombaan menulis, foto, dan video yang semua kegiatan ini diadakan secara bertahap mulai 15 April-8 Juni 2020.

Guna mendukung kegiatan lomba menulis, foto dan video, pada 8 Mei 2020 Jejaring AMPL pun mengadakan pelatihan online tentang teknis menulis, fotografi dan videografi yang dibuka untuk umum tanpa dikenakan biaya alias gratis.

Bukan hanya memberikan beragam materi seperti pengenalan media sosial, teknik penulisan, dan cara pengambilan foto dan video yang tepat, dalam pelatihan ini para peserta juga diberikan tips-tips menarik untuk membuat tulisan, foto, dan video yang akan mereka susun bisa memperoleh hasil maksimal.

Misalnya terkait teknik pengambilan foto, Dhika menganjurkan jika menggunakan kamera prosefional (DSLR) sebaiknya terlebih dulu dilakukan pengaturan pada ISO, Aparture, dan Shutter Speed, yang ketiganya sangat penting untuk mendapat hasil gambar sesuai keinginan kita. Namun, jika menggunakan smartphone, Dhika menyarankan untuk fokus pada penempatan objek, tujuannya agar bisa fokus dan mendapatkan hasil optimal.

“Dalam fotografi itu ada istilah komposisi yang dikenal dengan Rule Of Third yang akan dibagi pada 9 bagian titik dan terdapat titik pada setiap sisi di batas bagian tersebut.  Gambar harus fokus pada satu objek dan ditempatkan tepat pada titik Rule Of Thrid tersebut,” jelasnya.

Sementara untuk membuat video, hal terpenting adalah tuangkan ide yang ada kedalam narasi agar dalam proses pembuatannya akan lebih mudah. “Hal penting dalam video bukanlah alat bagus yang digunakan, namun modal utama adalah ide cerita, pengambilan gambar dan narasi,” tambahnya.

Diikuti 70 peserta yang sebagian besar merupakan perwakilan dari teman-teman komunitas remaja, kegiatan yang disampaikan oleh narasumber Dhika Lana yang merupakan professional fotografer dan videografer berlangsung penuh antusias dari para peserta, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan masuk yang diajukan oleh para peserta pelatihan.

Untuk memudahkan interaksi, kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom meeting, sehingga narasumber dan peserta bisa tetap bertatap muka meski dengan cara virtual.

Diakhir diskusi, Dhika kembali mengingatkan bahwa pada pembuatan video dan foto harus fokus pada ide dan pesan yang akan disampaikan. “Buat cerita semenarik mungkin agar pesan yang kita inginkan bisa tersampaikan,” pungkasnya.