JAKARTA – Salah satu tantangan dalam hal penyediaan air bersih adalah menjamin ketersediaan air baku air bersih. Berdasar data penelitian BPLHD tahun 2011,  dalam 13 sungai di DKI Jakarta telah tercemar bakteri E.Coli yang umunya terdapat dalam tinja. Sungai Ciliwung mengandung 24,6 juta bakteri E.coli dalam 100 ml, padahal baku mutunya 4.000 bakteri dalam 100 ml, paparan dari  Erlan Hidayat, Direktur Utama PAM Jaya (15/03/2017).

Pengelolaan Sumberdaya Air (SDA) di Indonesia khususnya di Jakarta menghadapi masalah dan tantangan yang semakin meningkat bukan hanya dari sisi kuantitas, akan tetapi juga kualitas air sungai yang banyak tercemar limbah domestik / rumah tangga bahkan limbah non domestik sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas air sungai sudah seperti air limbah.

Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, tahun  2017 ini telah menginjak tahun ke-25 yang diperingati dengan mengangkat tema “Wastewater”, dengan harapan dapat dijajaki kemungkinan perbaikan kualitas air sungai dari pencemaran air limbah.

Menjaga lingkungan sungai diperlukan usaha dari semua stakeholder yang terkait untuk turut serta bersama-sama menghindari kebiasaan membuang limbah domestik atau rumah tangga ke sungai bahkan limbah yang berbahaya dari industri, demikian disampaikan Oswar Mungkasa, Deputi Gubernur Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Melibatkan beberapa stakeholder/pemangku kepentingan dengan jumlah yang hadir sekitar 500 orang, PALYJA didukung Jejaring AMPL  menyelenggarakan acara Peringatan Hari Air Dunia (HAD)  dengan tema WALK FOR WATER 2017 di Halaman gedung Arthaloka – Sudirman, Jakarta Pusat.  Pada kesempatan itu selain diselenggarakan Jalan sehat sambil memungut sampah, Pameran Produk Daur Ulang dari komunitas binaan PALYJA, dan lainnya, juga dislenggarakan Talkshow bertema: AIR BERSIH & AIR LIMBAH” dengan narasumber  Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Direktur Utama PAM Jaya, Direktur Utama PD PAL Jaya  Presiden Direktur PALYJA , public figure Duta AMPL Ikke Nurjanah dengan pemandu acara Valerina Daniel.

Ikke Nurjanah sebagai Duta AMPL, yang dalam hal ini mewakili Jejaring AMPL menyatakan bahwa peringatan hari AIR DUNIA bisa digunakan untuk menggerakkan setiap warga Jakarta agar mengambil bagian dalam penyelamatan air baku Jakarta. Ikke mengetahui kondisi kelangkaan air baku mungkin tidak dipahami oleh warga Jakarta dengan baik,  demikian Ikke Nurjanah yang cukup mendapat perhatian peserta kehadirannya.

Peserta Hari Air Dunia melakukan games dan senam bersama, sebelum melakukan aksi sosial bersih sampah di jalan Sudirman.