13 September 2020 bisa dikatakan merupakan salah satu momen menarik bagi Jejaring AMPL Nasional dan komunitas remaja peduli sanitasi, Youth with Sanitation Concern (YSC),  Lampung.  Pasalnya di hari tersebut Jejaring dan YSC mengadakan webinar bertajuk “Menstruasi Jadi Seru dengan Oky” yang diadakan sebagai rangkaian aktivasi aplikasi menstruasi seru Oky.

Dalam aplikasi Oky, pengguna akan diberikan beragam informasi mulai dari mengenal apa itu mentsruasi, apa saja mitos yang beredar, bagaimana cara membersihkan bekas pembalut, hingga tips mengatasi nyeri perut.  Bukan hanya itu, untuk membuat pengguna tidak bosan, Oky dilengkapi dengan fitur kuis untuk menguji pengetahuan seputar MKM dan juga fitur pengaturan background, serta memilih teman Oky, jadi dijamin aplikasi ini menarik untuk diunduh dan digunakan.

Selain mengenalkan Oky, webinar ini juga membahas tentang isu Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi yang hingga kini masih dianggap menajdi topik tabu oleh sebagian masyarakat.

Selain menghadirkan narasumber yang kompenten di bidangnya yaitu Fadi Filip, Communication dan Outreach Specialist, Speak Indonesia dan Vania Santoso, UNICEF Communication Officer, webinar ini juga melibatkan influencer ternama Lampung Peachy Liv yang memiliki concern untuk dunia kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Fadi Filip mengatakan, setidaknya ada 3 hal yang dapat diupayakan dalam penerapan MKM yang ideal, yaitu akses informasi, akses produk menstruasi, dan akses fasilitas. Lebih lanjut, Fadi menjelaskan bahwa dalam isu MKM laki-laki juga memiliki peranan penting.  “Setidaknya dengan mengetahui isu MKM kita para kaum laki-laki bisa lebih menghargai kaum perempuan, dengan lebih mengerti, memahami, dan mensupport  mereka saat menstruasi, salah satunya dengan tidak mengejek,” ujarnya.

Terkait hal ini, Fadi menguatkan dengan menyebutkan salah satu hasil riset yang menyatakan 56% siswi mengalami perundungan saat mereka mengalami menstruasi oleh teman laki-laki mereka.

Vania menyebutkan bahwa kehadiran Oky bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat terhadap semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan tentang mentsruasi dan pubertas. Menurut Vania, pengembangan aplikasi Oky didasari oleh hasil riset UNICEF yang menunjukkan 50% remaja mengaku mendapatkan informasi dari situs pencarian Google. “Berdasarkan hasil tersebutlah, UNICEF berinisiatif untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi Oky,” jelasnya. Menurutnya, kehadiran Oky juga untuk membantu para remaja mendapatkan informasi yang mudah dipahami dan tidak berbayar, karena memang Oky merupakan aplikasi yang bebas kuota.

Dalam kesempatan yang sama, Naili rahmah, ketua pelaksana kegiatan aktivasi Oky di Lampung memapakan webinar ini bertujuan untuk mengenalkan penerapan MKM yang baik kepada remaja.Tujuan selanjutnya, mendorong remaja agar bisa selektif dalam menerima informasi terkait menstruasi, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Oky.

“Ketersediaan akses informasi yang akurat sangat penting mengingat  menstruasi saat ini masih dianggap tabu. Informasi yang ada di internet tidak semua bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, sementara kebanyakan remaja saat ini mencari  informasi terkait menstruasi melalui internet,” lanjutnya.

Sementara itu, pada acara ini Peachy menceritakan pengalamannya menggunakan Oky. Menurutnya, bukan hanya tampilannya yang lebih menarik dari aplikasi serupa, Oky juga lebih mudah digunakan.”Fitur-fiturnya yang lengkap dan informatif juga menambah tertarik untuk menggunakan aplikasi ini, jadi Oky sangat recommended untuk di unduh dan digunakan,” katanya.

Sebagai kota ketiga yang melakukan aktivasi Oky, kegiatan webinar yang berlangsung selama 2 jam dan diikuti 50 peserta remaja laki-laki dan wanita di Lampung ini berjalan dengan seru dan interaktif. Selain Lampung, masih ada cerita dari lima Kota lainnya yang juga melakukan aktivasi Oky, jadi pantau terus ya website jejaringampl.org dan Instagram @mkm.indonesia.