Tahun 2018 ini untuk pertama kalinya dianugerahkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan kepada 23 kabupaten/kota dan 1 propinsi yang telah mencapai 100% pada salah satu pilar STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penyerahan penghargaan langsung diberikan oleh Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek di Jakarta, disaksikan oleh para pimpinan daerah termasuk Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X dan sejumlah bupati dan walikota (18/10).

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi tinggi pada 1 propinsi dan 23 kabupaten/kota yang sudah 100% bebas BABS.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh daerah yang mendapatkan penghargaan STBM ini. Wilayah yang Bapak Ibu pimpin sudah menyatakan diri bebas dari buang air besar sembarangan atau sudah memiliki STBM berbasis masyarakat,” ujar Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di kantor Kementerian Kesehatan. Kabupaten, kota dan propinsi pemenang ini tidak hanya layak mendapat apresiasi; mereka juga layak menjadi tempat pembelajaran bagi wilayah lain di Indonesia.

Dijelaskan lebih lanjut, Indonesia terus berkomitment untuk menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang salah satu tujuannya menyasar pada sanitasi dan air bersih.

“Di dunia kita menandatangani SDGs, ini tentu sebagai tujuan kita membuat pencapaian, salah satunya adalah bagaimana kita mengakses sanitasi dan pengadaan air bersih,” katanya.

Berdasarkan data STBM, hingga Oktober 2018 tercatat ada 23 kabupaten/kota dan 1 provinsi yang telah mencapai 100% warganya tidak BAB sembarangan. Sementara untuk pilar 2 sampai 5, sudah banyak wilayah menerapkan namun belum ada yang mencapai 100%.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Dr. Kirana Pritasari, MQIH juga menyampakan bahwa hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia telah melaksanakan pemicuan STBM, dan 23 kabupaten dan kota serta 1 provinsi telah lebih dahulu mencapai ODF (terbebas dari BAB sembarangan) melalui serangkaian inovasi seperti kerjasama dengan instansi setempat, kelompok pemuda, pihak CSR swasta, ataupun berbagai gerakan bersih sungai, dan pinjaman lunak untuk pembuatan jamban.

Gubernur DIY pun menyampaikan pesan singkat bahwa diperlukan komitmen dan kerjasama untuk menanggung masalah sampah, air bersih, baik oleh pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, kaum swasta.

Provinsi yang mendapatkan STBM Berkelanjutan Eka Pratama adalah DI Yogyakarta karena seluruh kabupaten/kotanya telah ODF. Sementara 23 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan adalah Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kota Pare-pare, Kota Banda Aceh, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I Yogyakarta, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Alor, Kota Kupang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Pringsewu. Selanjutnya juga diberikan apresiasi untuk 6 kabupaten/kota dengan inovasi terbaik yaitu Kota Semarang, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Sleman, Kabupaten Alor, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar.

Acara penghargaan ini dirangkai dengan talkshow yang dipandu oleh Shahnaz Haque dan diikuti narasumber kompeten dari kementerian PUPR dan kesehatan, serta sharing pengalaman dari para pegiat STBM terutama di wilayah yang minim sarana sumber.

Link terkait peliputan kegiatan penghargaan STBM pilar 1 dapat dilihat dibawah ini.