Sebagai upaya mengarahkan implementasi program Sanitasi Sekolah, pada 2017 lalu Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Peta Jalan Sanitasi Sekolah.

Dari hasil yang ada, diketahui bahwa keberadaan peta jalan sanitasi telah memberikan hasil positif. Faktanya, beberapa poin pada baseline sanitasi sekolah di tahun 2017 telah mengalami peningkatan capaian di 2019.

Untuk akses sanitasi di sekolah misalnya, Dapodik 2019 menunjukkan adanya kenaikan pada semua jenjang pendidikan hingga 10%. Bahkan, pada jenjang pendidikan SMA, data Dapodik tahun ini mencatat kenaikan signifikan hingga 20% untuk jumlah sekolah yang memiliki jamban layak dan terpisah.

Bukan hanya itu, akses sumber air layak di sekolah juga sudah mengalami kemajuan. Sumber data yang sama menyebutkan, ada kenaikan hingga 12-15% untuk semua jenjang pendidikan. Kondisi itu juga yang menjadi salah satu faktor dari meningkatnya akses sanitasi di sekolah.

Berangkat dari itu semua, pada awal bulan ini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah yang didukung oleh Jejaring AMPL melalui Unicef, SNV dan GIZ mengadakan Lokakarya Review Peta Jalan Sanitasi Sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2019 di Hotel Atlet Century, Jakarta ini bertujuan untuk memperbaharui data dan informasi mengenai program sanitasi sekolah, terutama terkait status pelaksanaannya. Selain itu, acara ini juga dimaksud sebagai langkah awal untuk menyusun strategi dan rencana kerja jangka pendek dalam lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Suhadi, Kepala Bagian Perencanaan, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar & Menengah menyatakan, acara ini juga dilakukan dalam rangka persiapan International Learning Exchange on Wash in Schools di Manila pada 11-15 November 2019.

“Bukan hanya untuk memperbaharui informasi tentang program sanitasi sekolah saja, melalui kegiatan ini juga diharapkan bisa disepakati prioritas perencanaan program sanitasi sekolah dan program UKS di semua Direktorat dan Kementerian terkait,”ujarnya.

Suhadi menambahkan, sanitasi sekolah merupakan salah satu elemen penting yang harus dipenuhi, namun karena masih banyak tantangan dalam implementasi maka diperlukan kolaborasi semua pihak.  “Tantangan terbesar dalam sanitasi sekolah adalah kuantitas dan kualitas, untuk itu perlu dukungan dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

Tulisan: Sekretariat Jejaring AMPL

Sumber Foto: Unicef