“Jadi mentor itu harus bisa menyampaikan informasi dengan tepat, acara dua hari ini sungguh luar biasa. Kami dapat pengetahuan baru, akan jadi bekal kami kedepan dalam fasilitasi 40 sekolah tingkat menengah di Kabupaten Tangerang, ungkap Lia Nurmala guru SDN Pinang Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang”.

Tangerang, Menangani persoalan pengalaman menstruasi dikalangan peserta didik bukanlah hal mudah. Diperlukan kemampuan komunikasi dari para mentor yang tak lain adalah guru-guru untuk menyampaikan pesan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) secara benar namun dengan cara yang mudah dipahami terutama oleh peserta didik.

Foto Peserta ToT Manajemen Kebersihan Menstruasi Dok.SPEAK

Unicef bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, berupaya meningkatkan kapasitas para mentor dalam memfasilitasi program MKM. Penerapan manajemen berbasis sosialisasi  MKM kepada stakeholder lainnya menjadi tugas para mentor.

Menindaklanjuti hal tersebut, Unicef melalui mitra kerjanya SPEAK Indonesia telah menyelenggarakan pelatihan untuk para mentor selama dua hari di Hotel Yasmin Karawaci, tanggal 9-10 Agustus 2018. Kegiatan yang didukung oleh PT KAO INDONESIA ini melibatkan Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, enam perwakilan guru mentor dari sekolah dasar dan dua perwakilan guru mentor dari SMP.

Para peserta terlihat sangat semangat dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapat materi MKM lebih detail dan teknik dalam fasilitasi program. Lia Nurmala, salah satu mentor dari SDN Pinang Kecamatan Tigaraksa, merasakan pengalaman yang luar biasa. Ia akan menerapkan hasil training di sekolahnya dan akan mendorong adanya kebijakan MKM yang disahkan oleh Kepala Sekolah. “Sebelum saya memfasilitasi sekolah lain, maka saya harus terlebih dulu menguasai cara sosialisasi MKM,” ujar Lia.

Pelatihan ini juga sebagai proses penyiapan mentor handal, yang kedepannya akan memfasilitasi sekolah lainya. Unicef akan mengembangkan MKM ke sekolah tingkat menengah pertama.

Yayu Mukaromah dari Unicef menambahkan, “Training ini menjadi persiapan bagi para mentor karena nantinya mereka akan fasilitasi 40 sekolah SMP di Kabupaten Tangerang. Kami juga membekali mereka dengan teknik komunikasi dan beberapa media publikasi, seperti komik untuk siswa dan panduan MKM untuk guru dan orang tua,”

Enam sekolah dasar dan dua sekolah menengah menjadi pilihan sasaran utama dalam  kegiatan pengenalan tentang isu MKM (Manajemen Kebersihan Menstruasi). Kedelapan sekolah tersebut dinilai telah memiliki prestasi dalam penerapan sanitasi sekolah, seperti program Kurassaki dari Pemerintah Kabupaten, dan mempunyai mentor dari program sebelumnya.

Tak kalah menariknya, pihak pemerintah kabupaten ternyata turut memberi perhatian besar pada program MKM. “Kami sangat mendukung MKM dan siap untuk mengawal tindaklanjutnya pasca pelatihan ini”, kata Kepala Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dr. Sri Indriyani saat menutup acara Training of Trainer (TOT) Manajemen Kebersihan Menstruasi.