DEPOK – Dalam rangka memperingati World Water Day (WWD) 2019, pada tanggal 22 April 2019 Indonesia Global Compact Network, UNESCO, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia mengadakan seminar dan global launching UN-World Water Development Report 2019 dengan tema “Water For All”, sesuai dengan tema besar WWD yaitu “Leaving no one behind.” Seminar dan launching diadakan di Gedung Laboratorium Riset Multi Disiplin FMIPA-Pertamina, FMIPA UI Depok. Sejumlah akademisi baik dari Indonesia dan luar Indonesia, praktisi, sektor privat, dan mahasiswa yang berkecimpung di bidang air dan sanitasi (WASH) hadir untuk belajar dan bertukar pikiran.

Acara dibuka dengan opening remarks dari Dekan FMIPA UI, Dr. rer. Nat. Abdul Haris, President IGCN Y Junardy, dan Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. Sedangkan keynote speeches dibawakan oleh Anita Nirody dari UNRC dan Perwakilan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

“Acara ini penting untuk memperluas jejaring, membangun kerjasama/kemitraan internasional yang strategis, dan meningkatkan kapasitas guna merealisasikan tujuan pembangunan di Indonesia,” ungkap Dr. rer. Nat. Abdul Haris. Sedangkan Junardy selaku President IGCN memaparkan 3 pikiran utama dalam opening remarksnya yaitu pentingnya air di segala aspek kehidupan baik dari isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, tanggung jawab semua untuk memecahkan masalah tentang air, dan pentingnya kemitraan. Senada dengan Junardy, Prof. Dr. Arif Rahman juga juga menegaskan pentingnya air terutama hubungannya dengan SGDs. Launching World Water Day Report dihadiri oleh Director UNESCO Jakarta Prof. Shahbaz Khan, Anita Nirody dari UNRC, dan Mr. Thomas Vargas dari UNESCO. Secara simbolik laporan tersebut diberikan kepada panelis dan undangan VIP yang hadir. Laporan yang disusun oleh seluruh badan PBB yang berkecimpung di bidang air dan sanitasi ini sangat berguna bagi akademisi dan praktisi WASH. UNESCO merekomendasikan untuk mengunduh report ini melalui http://www.unwater.org/world-water-development-report-2019-leaving-no-one-behind/

Seminar berlangsung setelah launching report dan coffee break, panel diskusi mendatangkan enam orang akademisi dan praktisi ahli di bidang air dan sanitasi yaitu Prof. Dr Jan Sopaheluwakan dari FMIPA – UI, Mr. Jason Morrison dari UNGC, Prof. Dr. Zainal Arifin dari Indonesian IHP-Lipi, Librian Anggraeni dari IGCN, Ms. Basja Jantowski dari AWS, dan perwakilan dari UNHCR Indonesia. Keenam panelis memaparkan pentingnya air bagi kehidupan dan masa depan, dan bagaimana kelompok termarginalkan, wanita, dan anak-anak masih mempunyai akses yang sangat kurang terhadap air. UNHCR dan IGCN memaparkan pengalaman dan usaha yang mereka lakukan untuk membuka akses air terhadap semua.

Dalam kesempatan kali ini, IGCN, Pemerintah DKI Jakarta, dan mitra-mitranya juga mempresentasikan dan relaunch program yang telah berjalan sejak 2013 yaitu program One Million Biopores. Presentasi disampaikan oleh Satrio Anindito dari IGCN. Saat ini sudah ada lebih dari 950 ribu biopori yang telah dibuat dengan donasi dari berbagai mitra termasuk mitra dari sektor privat. Pada tahun 2019 ini ditargetkan akan mencapai 1 juta sehingga IGCN mengundang peserta yang datang untuk turut berpartisipasi membuat biopori.

Sesi terakhir adalah kuliah umum dari Jason Morrison (UNGC) dan Elim Sritaba (APP SInarmas). Jason memaparkan peran UNGC sebagai inisiatif corporate sustainability terbesar di dunia dan strateginya untuk meraih SDGs di bidang air. Jason menekankan program water stewardship sebagai upaya yang dilakukan oleh UNGC. Sedangkan Elim dari APP yang juga berperan sebagai Chairman IGCN menjelaskan mengenai IGCN di Indonesia melalui kemitraan multi-stakeholder dan juga langkah-langkah yang telah APP Sinarmas lakukan untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui program yang berkaitan dengan air bersih dengan Yayasan Belantara.