Jakarta– Berdasarkan Data monitoring dan evaluasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dari website stbm-indonesia.org, Indonesia dari 1.925.792 KK penduduk DKI Jakarta, yang memiliki akses terhadap sanitasi layak sebanyak 75.57%. Di samping itu, sebanyak 37.602 KK masih Buang Air Besar Sembarangan (BABs). Melihat kondisi tersebut, Plan International Indonesia yang telah sukses menerapkan pendekatan STBM di beberapa kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur berinisiatif untuk melakukan uji coba penerapan pendekatan STBM di wilayah urban. Wilayah yang terpilih sebagai pembelajaran yaitu Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Kota Administrasi Jakarta Barat. Uji coba penerapan pendekatan STBM di daerah urban ini dilakukan melalui  proyek ”BERSIH (Bersama Perbaiki Sanitasi dan Hygiene Kota)”   yang dilaksanakan selama periode  bulan September 2016  s/d Juni 2017.

Proyek BERSIH ini dikerjakan dalam  bentuk kolaborasi multi pihak yaitu Plan International Indonesia, Konsorsium YSW (YPCII, SPEAK Indonesia dan  WIN Development)   Yayasan Tanggul Bencana Indonesia ( YTBI), dan mendapat dukungan dari Pemprov DKI Jakarta yaitu Oswar Muadzin Mungkasa yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup serta Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan).

Sesuai dengan prinsip STBM kegiatan ini telah melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan analisis permasalahan, membuat perencanaan, melaksanakan aksi masyarakat serta memanfaatkan dan memelihara sarana sanitasi yang telah dibangun. Proses implementasi proyek dimulai dengan sosialisasi proyek, pengumpulan data dasar (baseline assesment), melakukan analisis secara partisipatif atas temuan hasil baseline asssesment dan membentuk Tim STBM Kelurahan yang akan menjadi penggerak “Aksi Perubahan Perilaku”.

Ada Empat teknologi pengelolaan limbah cair yang diujicobakan, yakni Tripikon S, Pinastik dan tangki septik model apsani untuk pengolahan black water dengan kapasitas hanya untuk satu rumah serta tangki septik biofilter komunal untuk pengolahan black dan grey water yang bisa dimanfaatkan oleh 10 – 15 rumah. Uji coba model pengelolaan limbah cair dilakukan secara aktif melibatkan masyarakat yang akan menjadi penerima manfaat. Untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan sarana, Pemerintah Kelurahan Duri Utara bekerjasama dengan PD PAL Jaya dalam program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2).

Hasil pembelajaran Proyek Bersih, diharapkan akan menjadi salah satu model pilihan pendekatan pembangunan sanitasi yang akan diterapkan di wilayah urban terutama Provinsi DKI Jakarta.